Prostitusi Digital: Evolusi Pekerjaan Tertua di Dunia [NSFW]

Prolog

Prostitusi bisa jadi pekerjaan tertua di dunia, bisnis sewa selangkangan yang hampir universal terjadi di setiap ceruk kebudayaan manapun di dunia. Dari hotel berbintang hingga gang-gang kumuh bearoma ikan busuk, prostitusi merupakan sebuah go-to profession yang dijajakan maupun dinikmati berbagai kalangan; lintas kelas, lintas golongan, lintas ras, lintas agama, lintas suku. Mungkin seks adalah bahasa yang lebih universal dari uang.

Namun, ratusan bahkan ribuan tahun berkutat sebagai industri subsektor hiburan tentu saja terjadi sebuah evolusi. Diawali dengan evolusi fungsi–dari observasi pribadi, motif untuk mencukupi kebutuhan primer dan sekunder seperti biaya hidup dan pendidikan berganti menjadi kebutuhan tersier seperti smartphone dan mobil–hingga metode–dari lokalisasi, rumah bordil, panti pijat, hotel, pinggir jalan, hingga digital.

Sebagai caveat, tulisan ini akan ditulis nirmoral, artinya jangan harapkan ada sensor-sensoran atau nilai agama ataupun budaya yang terkandung. Juga, menariknya–sebagai catatan–komunitas yang diobservasi ini eksklusif heteroseksual dan penyedia jasa adalah perempuan semua.

Evolusi Prostitusi

Sebenarnya ini adalah observasi yang cukup lama, sejak 5 tahun lalu saya mendaftarkan diri sebagai member di sebuah situs forum pecahan kaskus yang memang memilik spesialisasi di bidang berbagi konten berbau seksual–nope, saya tidak percaya dengan konsep pornografi. Dalam situs tersebut ada sebuah fitur berjudul underground services, pada masa itu, aktivitas kategori tersebut cukup sepi dan lebih kepada sistem referensi antaranggota. Anggota A akan merekomendasikan perempuan X dan apabila anggota B tertarik akan terjadi sebuah percakapan lebih rinci mengenai perempuan X ini. Terkadang perempuan X ini adalah seorang masseuse di sebuah panti pijat. Rekomendasi ini disebut sebagai FR.

FYI: FR atau Field Report, ok, Fuck Report, adalah sebuah testimonial tentang servis yang disediakan oleh penyedia jasa prostitusi. Biasanya dibagi menjadi FK (french kiss/ciuman), BJ (blow job/oral), FJ (fuck job/koitus), GFE (girlfriend experience), dan DC (cost) untuk jasa tersebut.

Contoh FR

Contoh FR

Awalnya, forum ini sekedar menjadi ajang mengulas dari perempuan-perempuan yang memang berprofesi sebagai pekerja seks, namun kini forum tersebut menjadi semacam bordil virtual. Sebagai seseorang yang sangat menghargai sistem kerja apa yang terpampang dalam forum itu sekarang adalah bukti bahwa sistem tidak memerlukan aplikasi canggih, hanya bagaimana menggunakan tools yang ada dengan efektif dan efisien.

*crap, meracau*

Pada dasarnya, sistem kerja bordil virtual ini seperti… oke, bayangkan sebuah kompleks apartemen dengan puluhan kamar, di lobi apartemen tersebut ada sebuah papan pengumuman yang dikurasi oleh seorang moderator, moderator inilah yang menginvestigasi apakah apa yang ditampilkan pada papan pengumuman tersebut benar atau tidak, dialah filter informasi yang mencegah agar apa yang ditampilkan tidak akan merugikan para tenant. Apabila ada tenant lain yang menampilkan berita bohong atau berita yang merugikan tenant lain, maka tenant itu akan di-black list dari apartemen tersebut. Menariknya, tenant tersebut tetap boleh tinggal di kamarnya hanya saja aktivitasnya menjadi tidak relevan karena kehilangan trust dari para tenant lain dan diawasi secara ketat oleh moderator. Trust system ini yang membuat forum ini memiliki legitimasi sekaligus sustainability. Keberhasilan forum ini–yang kerap mati lagi nyala lagi karena digrebek–sangat dipengaruhi dengan loyalitas daripada membernya. Beberapa tahun lalu pernah ada sebuah member gathering yang dilakukan di sebuah waterbom park; ada sense of belonging pada forum tersebut yang menciptakan semacam keamanan internal yang otomatis.

Kebetulan dalam servisnya biasanya memang menggunakan apartemen, dengan sebutan “mansion”. Biasanya mansion ini hanya buku dalam kurun waktu tertentu dengan slot waktu untuk menentukan anggota mana mendapatkan jadwal hari apa dan jam berapa. Secara organisasi ini indah sekali, jadwal inipun ditampilkan pada post promosi “mansion” tersebut sehingga anggota dapat menentukan kapan perempuan tersebut dapat menyediakan waktu. Ini akan sama sekali membunuh konsep antrean atau kebingungan giliran. Seringkali juga ada sistem cepat tanggap yang dikelola oleh agen yang menaungi perempuan tersebut dengan menyediakan pin Black Berry Messenger.

Spesifikasi

Spesifikasi

Selain melalui agen, ada juga beberapa tipologi prostiusi digital. Pertama adalah tipe berbagi atau disebut shareable, seorang pekerja seks yang independen namun tidak terhubung dengan forum akan dipromosikan oleh seorang anggota di forum, orang ini biasanya akan menyediakan spesifikasi seperti tipe mansion hanya saja mungkin tidak termasuk tempat. Biasanya, pada tipe ini  pekerja seks tidak tahu bahwa ia dipromosikan di forum, oleh karena itu,  anggota diingatkan untuk tidak memberitahu perempuan tersebut mengenai forum.

Kedua adalah pekerja seks yang meminta bantuan anggota untuk dipromosikan, pada tipe ini anggota sebagai middle man yang mempromosikan kepada anggota-anggota lain.

Ketiga adalah pekerja seks yang memiliki akun di forum, ya, ini jelas lah artinya dia memang mempromosikan diri sendiri.

 

Sexually Aware

Bahwa perempuan-perempuan di sini bukan korban trafficking, tidak ada jaminan, tetapi bahwa mereka awas secara kesehatan seksual adalah sebuah “poin plus”. Setiap perempuan biasanya akan memberitahukan mengenai apa saja jasa yang boleh disediakan, misalnya CIM atau cum in mouth (ejakulasi di dalam mulut), CIF (ejakulasi di muka), anal, threesome, dsb. Yang menarik adalah apabila kita menelusuri thread-thread yang ada di forum tersebut, hampir semuanya akan menuliskan caps only–caps berarti kondom. Untuk kita (kita siapa?) mungkin adalah sebuah tindakan logis untuk menggunakan kondom tapi kita membicarakan dunia prostitusi yang memiliki mitos bahwa penyakit menular seksual adalah hal yang lazim karena tidak ada awareness mengenai pendidikan seksual dan terutamanya penggunaan kondom.

Beretika

Berkelas adalah beretika

Namun, ini sebenarnya tidak eksklusif di dunia digital, seorang kawan yang banyak, *ehm, “meneliti” mengenai panti pijat juga mengatakan bahwa para pekerja seks di tempat-tempat tersebut memiliki dokter pribadi dan rutin melakukan pap smear dan medical check up.

Perempuan juga dijaga oleh agen-agen itu sendiri, mengasari perempuan yang digunakan jasanya ataupun tindakan tidak menyenangkan lainnya akan berakibat dimasukkan blacklist. Hal yang selama ini juga berlaku untuk apa yang disebut sebagai PK (pahlawan kesiangan) di mana perempuan-perempuan dalam forum ini mempunyai hak untuk privacy. Ada sebuah konsep bahwa yang terjadi di forum akan dijaga kerahasiaannya.

Teknologi Sebagai Garda Depan Etika Sewa Selangkangan

Sekali lagi saya tidak bisa dan mungkin tidak akan pernah tahu apakah pekerja seks dalam forum adalah hasil human trafficking atau tidak. Namun, ada sebuah hipotesis: bahwa prostitusi digital jauh lebih aman bagi perempuan ketimbang menjajakan diri di pinggir jalan maupun panti pijat. Pertama, kalau diperhatikan memang sejak mulai terjadi migrasi dari forum ulasan menjadi forum etalase, daerah Bulungan dan Mahakam perlahan menyepi dari kupu-kupu malam, mungkin ada hubungannya mungkin tidak, tetapi paling tidak, bila ya artinya mucikari tradisional–yang kerap diasosiasikan dengan kekerasan terhadap perempuannya–perlahan hilang.

Kedua, melalui forum ini ada aspek filter, artinya perempuan pun dapat memilih klien mana yang boleh menggunakan jasanya sebelum harus bertemu, atau memiliki daftar klien yang kasar atau tidak menyenangkan untuk dibagi bersama perempuan lainnya agar tidak terjadi hal buruk serupa. Anggota pun dengan adanya sistem FR dapat mengetahui sebelumnya jasa yang ingin digunakan, ada semacam mekanisme pencocokan selera antara anggota forum dengan pekerja seksnya.

Ketiga adalah anonimitas, baik anggota maupun pekerja seks dalam forum tersebut dijaga sekali kerahasiaan identitas pribadinya dan etika ini dihormati sekali.

Oh BTW, jangan tanya saya tentang alamat forumnya. Kalau niat pasti ketemu kok.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.