ISIS & Digital Privacy

“It’s not the gun that kills people, it’s people kill people.”

 

Bukanlah pistol yang membunuh manusia, tapi manusia membunuh manusia. Bahasa lainnya, bukan smartphone-mu yang membuatmu jarang mengobrol dengan orangtuamu. Jangan marah-marah sama internet kalau teman-temanmu suka pamer di Path dan Facebook-nya. Ketika beberapa waktu lalu sejumlah berita melansir nama-nama provider-provider yang digunakan oleh ISIS dalam melakukan operasinya, termasuk juga ProtonMail, sebuah email provider yang menawarkan layanan email yang aman dengan encryption, sehingga tak ada pihak lain yang bisa membacanya.

Sumber foto: threatpost.com

Tampaknya kabar tersebut dianggap sebagai angin yang keliru oleh pihak-pihak yang tak mendukung privacy di internet. Turut menyalahkan layanan keamanan atas terjadinya sebuah tindak kejahatan terasa seperti menyalahkan tukang jendela atas pembunuhan yang dilakukan oleh seorang psikopat dari balik jendela rumahnya. Seperti yang dikatakan oleh Andi Yen, CEO dari ProtonMail dalam pernyataan resminya, “Perlu diingat bahwa ISIS tak hanya menggunakan ProtonMail, tapi juga Twitter, telepon genggam, dan mobil sewaan.”

“We must remember that ISIS doesn’t just use ProtonMail, they also use Twitter, mobile phones, rental cars.” 

Ketika kita memahami bahwa privacy merupakan salah satu hak dasar manusia, tentu menyalahgunakannya bukanlah pilihan untuk memenuhi hak dasar lainnya (hak atas rasa aman). “There are many ways to confront terrorism, we just don’t accept that giving up our freedom is the only way.”

 

Baca pernyataan lengkap Andi Yen di sini.

 

Baca juga:

 

 

Sumber foto utama: sickchirpse.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *