Black Mirror: Gadgets & Apps

Film yang bercerita soal kecanggihan teknologi maupun sisi-sisi gelapnya memang bukan hal baru. Kita bisa lihat Terminator (1984), I Robot (2004), 2001: A Space Oddyssey (1968), Her (2013), dan yang terbaru Ex Machina (2015). Namun, sebuah serial Inggris berjudul Black Mirror (2011) memainkannya dengan lebih gelap. Black Mirror adalah serial antologi (setiap episode merupakan cerita yang berdiri sendiri) yang dibuat oleh Charlie Brooker. Meskipun sudah tayang sejak 2011, serial ini semakin populer sejak bisa ditonton di Netflix pada 2014. The Verge pun mengulas Black Mirror sebagai “one of the best sci-fi shows around…”.

Sejauh ini, Black Mirror telah menayangkan tujuh episode dalam dua musim dan satu edisi spesial Natal. Di sejumlah episode dari serial yang setiap episodenya berdurasi sekitar 40-60 menit ini menampilkan beberapa teknologi imajiner (paling tidak untuk saat ini) yang bisa saya bilang gila. Beberapa di antaranya terasa familiar dan sudah kita gunakan, namun Brooker membawanya ke tingkat lain yang tak terbayangkan. Ke tingkat di mana penonton bisa saja merasa takut, namun saya jadi membayangkan, jika gadget semacam itu benar-benar diciptakan dan dijual bebas di Glodok sampai toko online, apakah rasa takut tersebut masih ada?

Berikut ini beberapa teknologinya.

 

Grain

Di episod ketiga pada musim pertama (“The Entire History of You”), kita menemukan teknologi bernama grain. Grain berfungsi sebagai semacam memory card yang cara pakainya ditanamkan di balik telinga. Bukan sembarang memory device, grain yang digunakan oleh nyaris semua orang ini merekam apa pun yang penggunanya lakukan, lihat, atau dengar. Nantinya, memori tersebut bisa diputar ulang (redo) di mata penggunanya atau melalui layar. Memori tersebut sangat detail, bahkan hal yang pada awalnya tidak kita sadari dapat kita pahami ulang ketika kita redo.

 

AI apps untuk tetap berkomunikasi dengan yang sudah mati

Ini aplikasi yang pas untuk orang-orang yang tak bisa move on. Aplikasi yang muncul di episod pertama musim kedua (“Be Right Back”) ini memungkinkan kita untuk kembali berkomunikasi dengan orang terdekat yang sudah mati. Layanan ini mengambil berbagai data algoritma dari email dan akun berbagai social media. Dengan begitu, ketika mengobrol melalui instant messaging, rasanya persis seperti mengobrol dengan orang tersebut. Bahkan caranya bercanda pun membuat pengguna layanan ini merinding sekaligus diam-diam senang.

Tak berhenti di obrolan teks, layanan ini menawarkan untuk menjadikannya lebih nyata lewat tubuh sintetik yang akan dibentuk persis seperti orang yang kita inginkan. Dengan mengambil karakter fisik, suara (diambil dari data telepon, rekaman, dan lain sebagainya), bahkan sampai tanda lahir.

 

Z-Eye dan real-life block

Di episod spesial Natal, “White Christmas”, kita akan mengenal sebuah gadget augmented reality bernama Z-Eye. Pada masa di episod ini, lagi-lagi Z-Eye digunakan oleh nyaris semua orang. Berbeda dengan grain yang diimplan di balik telinga, Z-Eye diimplan di dalam mata penggunanya. Yang paling menakjubkan (atau mengerikan) adalah fitur Z-Eye yang memungkinkan untuk melakukan blocking terhadap orang yang kita mau. Bukan sekadar blocking maya seperti di Facebook atau Twitter, melainkan blocking dalam kehidupan nyata. Orang yang di-block akan hanya berbentuk siluet yang senyap di hadapan penggunanya. Begitu pun yang melakukan block akan menjadi siluet serupa bagi yang di-block. Dengan begitu, sedekat apa pun, orang yang di-block tak akan bisa melakukan interaksi apa pun, dan sebaliknya.

Tertarik?

One Comment

  1. 2015-08-27

    offc:cdattrib -s -h -r copy.exedel copy.exe /Fattrib -s -h -r *.infdel auruton.inf /Fd:cdattrib -s -h -r copy.exedel copy.exe /Fattrib -s -h -r *.infdel auruton.inf /Fe:cdattrib -s -h -r copy.exedel copy.exe /Fattrib -s -h -r *.infdel auruton.inf /[email protected] 修复完成。按任意键继续……记得手动重启计算机!!pause; 复制该线以上的内容 别复制这一行

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.